Kekinian Pemuda-Pemudi dan Siswa di Era Teknologi Digital

Kegiatan yang bertema “Kekinian Pemuda-Pemudi dan Siswa di Era Teknologi Digital” berlangsung di Laboratorium Biologi SMA Negeri 3 Meulaboh. Kegiatan ini disampaikan oleh Ibu Rahma Hidayati, S.Pd., M.Soc.Sc., dosen Universitas Teuku Umar, kegiatan ini di ikuti oleh siswa-siswi dengan penuh semangat. Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak merona, menciptakan atmosfer belajar yang nyaman serta kondusif bagi seluruh peserta kegiatan.
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan generasi muda di Indonesia. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, media sosial, serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), cenderung memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi para siswa. Kehadiran perangkat elektronik, aplikasi digital, serta beragam platform daring saat ini telah menjadi bagian dari keseharian pemuda-pemudi masa kini, baik dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sosial.

Salah satu ciri utama generasi muda di era digital adalah kemudahan memperoleh informasi. Berbagai pengetahuan dapat diakses dengan cepat melalui mesin pencari, seperti platform pembelajaran daring, dan media sosial yang bersifat edukatif.
Kondisi ini memberikan peluang besar bagi siswa untuk meningkatkan wawasan, mengembangkan kemandirian belajar, serta menggali potensi diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Di sisi lain, teknologi juga menyediakan ruang kreatif bagi siswa untuk menyalurkan ide melalui karya visual, tulisan, maupun konten audiovisual yang bernilai positif.
Namun demikian, kemajuan teknologi tidak terlepas dari berbagai tantangan. Penggunaan handphone genggam dan media sosial secara berlebihan juga berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, berkurangnya interaksi secara langsung, serta munculnya kecenderungan gaya hidup konsumtif. Situasi ini menuntut siswa untuk memiliki pengendalian diri agar pemanfaatan teknologi tetap seimbang antara dunia digital dan kehidupan nyata.

Dalam pemaparannya, pemateri yang merupakan dosen Universitas Teuku Umar juga menyoroti peran kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Teknologi AI mampu membantu siswa dalam belajar, menyusun gagasan, serta mendukung penyelesaian tugas akademik.
Akan tetapi, penggunaan AI tanpa tanggung jawab berpotensi menurunkan semangat untuk belajar, termasuk kreativitas dan kemampuan untuk berpikir kritis. Oleh sebab itu, siswa perlu memahami bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir dan usaha pribadi.
Pemuda-pemudi di era teknologi digital dituntut untuk memiliki literasi digital yang baik. Literasi tersebut mencakup kemampuan menyaring informasi, membedakan fakta dan hoaks, menjaga etika komunikasi, serta memanfaatkan media sosial secara produktif. Sikap positif ini dalam bermedia sosial menjadi kunci agar teknologi memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan intelektual dan pembentukan karakter siswa.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi secara cerdas dan beretika. Kekinian generasi muda tidak hanya diukur dari penguasaan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memanfaatkannya secara bertanggung jawab demi membangun masa depan yang lebih baik.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- SMA NEGERI 3 MEULABOH, SALURKAN Donasi kepada Siswa Terdampak Banjir
- Perkuat Kompetensi Guru, SMA Negeri 3 Meulaboh Laksanakan IHT Literasi dan Numerasi
- Kepedulian Warga SMA Negeri 3 Meulaboh, Donasi untuk Korban Banjir Aceh Terus Mengalir
- Purna Bakti SMA Negeri 3 Meulaboh, Serahkan Bantuan Pakaian Layak Pakai
- SMA Negeri 3 Meulaboh Gelar Tasyakkur Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H
Kembali ke Atas

